Daerah

Aksi Berbagi Semangka, ‘Solidaritas Madiun untuk Palestina’

Oleh: Ahmad Yusron Fatahi Editor: Imam Malik 20 Nov 2023 - 09:46 Madiun
Aksi Berbagi Semangka, ‘Solidaritas Madiun untuk Palestina’
Aksi Berbagi Semangka, ‘Solidaritas Madiun untuk Palestina’

KBRN, Madiun: Sejumlah elemen tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang saat ini sedang berjuang keras menghadapi serangan brutal zionis Israel di kota Gaza. Tak terkecuali dukungan dari masyarakat di Kota Pendekar.

Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Solidaritas Madiun untuk Palestina’ menggelar aksi berbagi buah semangka, Minggu (19/11/2023) di Sunday market, taman Lalu-lintas Bantaran, Kota Madiun. 

Berita terkait: Warga Sewulan-Dagangan Gelar Bazar dan Aksi Kemanusiaan Untuk Rakyat Palestina

Tak kurang dua kwintal semangka habis hanya dalam 2 jam yang dibagikan kepada masyarakat. Sebagaimana diketahui buah semangka menjadi simbol perjuangan dan perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel.

Koordinator aksi Solidaritas Madiun untuk Palestina Aferu Fajar mengatakan aksi berbagi semangka dilakukan secara sukarela dan mendapat respon yang cukup tinggi dari masyarakat.

“Alhamdulillah kita urunan beli semangka langsung ke petani di daerah sini, merekapun para petani juga support begitu tau aksi kita,” ungkapnya.

Masyarakat dan peserta aksi membubuhkan tandatangan dan doa untuk perdamaian Palestina

Selain berbagi semangka sebuah spanduk juga dibentangkan berisi tandatangan dan doa serta harapan masyarakat bagi terwujudnya perdamaian di Palestina. Tak hanya itu peserta aksi juga menerima donasi masyarakat yang secara spontan memberikan bantuan dan akan disalurkan.

“Kita tidak ada penggalangan dana tapi ada yang menitip. Karena kita juga ada organisasi lembaga Zakat yang kerjasama dengan pemerintah yang juga mengakomodasi bantuan ke sana,” sambung Aferu.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang sejauh ini cukup aktif bersuara merespon tragedi kemanusiaan di Palestina dengan mengirim serta memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan.

“Pemerintah cukup aktif terlibat proses perdamaian dan Kemenlu cukup jelas sikapnya di berbagai forum. Kita hanya bisa mendoakan dan bila ada kelebihan rejeki kita salurkan kesana,” ulasnya.

Lebih jauh Afero menyesalkan dan mengecam aksi tindakan Zionis Israel karena yang menjadi korban adalah masyarakat sipil, terutama anak-anak dan rusaknya sejumlah fasilitas publik yang seharusnya steril dari serangan.

Sejarah mencatat Tahun 1967 terjadi perang enam hari antara Israel dengan negara tetangga yakni Mesir, Suriah, dan Yordania. Larangan pengibaran bendera dilakukan di perbatasan untuk membatasi nasionalisme Palestina dan Arab.

Saat larangan berlangsung, semangka digunakan saat demonstrasi menentang pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza. Mereka membawa irisan semangka sebagai pengganti bendera Palestina.

Alasannya karena semangka mewakili warna bendera Palestina, mulai dari buah berwarna merah, kulitnya yang hijau-putih, dan bintik bijinya berwarna hitam.

Sejak perang Isarael-Palestina kembali pecah Oktober lalu aksi keras menentang serangan Israel kepada warga sipil Gaza mengalir dari seluruh dunia. Yang tak kalah menarik diantaranya dengan simbolisasi buah semangka yang memenuhi sejumlah linimasa dan berbagai platform digital dan media sosial.