Daerah

Tahun 2023, Jumlah Pernikahan Anak di Bawah Umur Menurun

Oleh: Delyta Rery Editor: Salma Amin 05 Dec 2023 - 12:36 Nunukan
Tahun 2023, Jumlah Pernikahan Anak di Bawah Umur Menurun
Kabid Perlindungan Anak, DSP3A Kab. Nunukan, Endah Kurniawatie, S.Psi.

KBRN, Nunukan: Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan mencatat perkawinan anak di tahun 2023 sebanyak 21 orang. Angka ini menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 22 orang. 

Kepala Bidang Perlindungan Anak, DSP3A Kabupaten Nunukan, Endah Kurniawatie, S.Psi. mengatakan jumlah tersebut sudah dilaporkan, sementara yang masuk dalam kategori nikah siri tidak dilaporkan.

"Kita mulai lagi persiapan menyurat beberapa OPD mengenai perkawinan anak, seperti ke Kemenag, Pengadilan Agama, karena apabila anak ingin mengajukan rekomendasi perkawinan biasanya ada surat pengantar dari RT, kelurahan kemudian ke Pengadilan Agama, biasanya di register di sana," ucapnya, Selasa (05/12/2023). 

Ia mengungkapkan maraknya nikah siri dikarenakan anak di bawah umur. Di samping itu juga pemikiran dari orang tua yang menganggap nikah itu adalah hal baik, meskipun masih di bawha umur. Namun sayang, pernikahan tersebut tidak diakui negara. 

"Mungkin orang tua berpikir daripada anak berzina, berpacaran sana sini, keluar malam keluyuran tidak karu-karuan. Sudahlah dinikahkan, tetapi anak di bawah umur tetap namanya anak, anak nanti punya anak, yang mengurus anaknya siapa, tetap kita orang tua," ujarnya. 

Meningkatnya jumlah perkawinan anak, mengakibatkan angka stunting juga meningkat. Hal ini disebabkan kesiapan mental dan kesehatan sebagai orang tua belum siap, apalagi untuk mencari nafkah bagi keluarganya.